Satu hal yang kita mungkin lupa saat membeli baju bayi baru lahir adalah kenyamanan Si kecil. Pikirkan tentang bagaimana bayi baru lahir akan mengenakan pakaian yang terlalu banyak aksesoris sehingga membuat mereka terganggu dan bahkan bisa terluka. Memang baju bayi baru lahir adalah perlengkapan yang wajib dimiliki oleh setiap orang tua. Semua yang Anda butuhkan untuk beberapa minggu pertama adalah baju bayi yang cukup untuk memastikan bahwa mereka akan menjadi hangat dan bersih.
Yang harus diperhatikan bunda adalah bahan, ukuran maupun modelnya. Dan sesuaikan dengan berat badannya, karena usia belum tentu bisa jadi patokan ukuran bajunya.
· Pastikan baju bayi baru lahir tersebut memiliki kemudahan akses untuk mengganti popok dan ukuran leher atau kerah yang fleksibel sehingga ia tidak merasa tercekik atau sesak. Atau bisa juga pakaian Lengkap dalam sekali pakai seperti baju kodok (overall atau onesis). Untuk baju model lain sah-sah saja, asal tidak membuat Bunda terlalu lama memakaian baju kepadanya.
· Fokus pada beberapa baju bayi netral seperti kaos, celana panjang, dan setelan tidur. Perlengkapan baju bayi juga harus disesuaikan dengan musim, jika cuacanya dingin gunakan jaket atau sweater agar si kecil tetap hangat. Perlu diperhatikan bahwa baju bayi baru lahir untuk santai 10 pasang dan 10 baju tidur akan cukup. Yaitu yang mudah dikenakan dan dilepas, agar bayi tidak gelisah dan menjadi rewel. Maklum, buah hati Anda masih sering buang air kecil, pup dan kemungkinan muntah. Bila model baju bayi kecil rumit, menggantinya pun repot.
· Perhatikan situasi dan cuaca. Jika cuaca sedang panas maka sebaiknya tidak memakaikan baju bayi terlalu tebal, misal pakaikan saja kaos singlet dan celana segiempat.
· Pilih baju berdasarkan berat badan bayi, bukan usia bayi. Karena usia belum tentu bisa jadi patokan ukuran bajunya.
· Cuci baju sebelum dipakaikan ke bayi. Karena pakaian tersebut pasti mengalami perjalanan panjang dari produsen hingga sampai ke tangan Bunda dan akan terkontaminasi dengan debu, bahan kimia pabrik dan sebagainya.
· Posisi label yang baik letaknya jauh di kulit bayi, misalnya di samping bagian luar baju. Hal ini untuk menghindari kulit bayi lecet dan iritasi akibat gesekan label.
· Tidak luntur saat terkena keringat. Perhatikan zat pewarna yang bisa luntur ketika bayi berkeringat. Risikonya, zat pewarna bisa masuk ke dalam tubuh bayimelalui kontak kulit atau melalui mulut.